POLRES KARAWANG

Polres Karawang Bekerjasama Dengan Instansi Terkait Lakukan Penyelidikan Atas Dugaan Adanya Kegiatan Ajaran Keagamaan Yang Menyimpang

POLRES KARAWANG – Dengan beredarnya informasi dimasyarakat khususnya Desa Wargasetra Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang yaitu tentang adanya dugaan penyebaran ajaran agama Islam yang menyimpang, Kepolisian Sektor Pangkalan bersama unsur terkait (Kementrian Agama dan MUI Kabupaten Karawang) telah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas di masyarakat.

Langkah yang dilakukan yaitu pada hari Kamis tanggal 4 Agustus 2016 pukul 09.00 wib bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, dimana Ketua Kementrian Agama dan Ketua MUI Kecamatan Tegalwaru telah melakukan konfirmasi terhadap pimpinan padepokan Syekh Sangga Buana Putra yang berinisial H.AM.

Hasil konfirmasi yang dilakukan oleh Ketua Kementrian Agama dan Ketua MUI Kecamatan Tegalwaru terhadap saudara H.AM dan disaksikan oleh Pejabat Muspika Kecamatan Pangkalan  telah disimpulkan sementara bahwa ajaran saudara H.AM tersebut telah menyimpang dari ajaran Agama Islam yang sebenarnya, oleh sebab itu pihak Kementrian Agama Kecamatan Tegalwaru meminta agar saudara H.AM serta 5 orang pengikutnya menghentikan kegiatan tersebut.

Dengan hasil konfirmasi tersebut pihak masyarakat Desa Wargaserta secara spontanitas langsung merobohkan bangunan yang terbuat dari bilik bambu ukuran 4×4 meter milik saudara H.AM yang diduga dijadikan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan keagamaan tersebut bersama pengikutnya.

Pada saat dilakukan konfirmasi terhadap saudara H. AM oleh Ketua Kementrian Agama dan Ketua MUI Kecamatan Tegalwaru di kantor Kecamatan Pangkalan tersebut, hadir pula pejabat Muspika Kecamatan Pangkalan dan Kapolsek Pangkalan AKP H. Agus Wahyudin.

Dalam keterangannya Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra S.IK SH MH mengatakan bahwa dilokasi tersebut hingga saat ini tidak ada tindakan anarkis maupun pembakaran rumah milik saudara H.AM yang dilakukan oleh masyarakat Desa Wargaserta dan saudara H.AM beserta 5 pengikutnya saat ini sudah tidak bertempat tinggal lagi di Desa Wargasetra tersebut.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat Karawang khususnya masyarakat Desa Wargasetra Kecamatan Tegalwaru dan sekitarnya untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan bilamana ada masyarakat yang merasa dirugikan secara materi atas kegiatan yang dilakukan saudara H.AM, kami menghimbau agar masyarakat tersebut segera melaporkan kepada kami, ujar Kapolres.

Sambil menunggu hasil keputusan/Fatwa dari Kementrian Agama, Kejaksaan Agung dan Kementrian Dalam Negeri serta MUI Pusat Jakarta,  hingga saat ini pihak Polres Karawang bekerjasama dengan Dinas Instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mencari bukti-bukti serta keterangan saksi atas kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh saudara H.AM bersama 5 orang pengikutnya tersebut dan bilamana nanti ditemukan adanya pelanggaran hukum yang didukung dengan alat bukti yang cukup maka yang bersangkutan akan kami proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, Ujar Kasat Reskrim AKP Hairulloh.

Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan serta timbulnya gangguan kamtibmas pihak Polsek Pangkalan dan Polres Karawang telah menempatkan beberapa personilnya dilokasi tersebut.

[ Humas Polres Karawang ]

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

POLRES KARAWANG 2021