Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.

Polres Karawang Bersama Tim Puslabfor Bareskrim Polri Lakukan Olah TKP Limbah Beracun

Polres Karawang – Adanya penangkapan 5 truk Fuso yang membuang karung bekas limbah diduga terkontaminasi B3 atau limbah beracun Polres Karawang pada Jumat sore (19/01/2018) melakukan Olah TKP bersama dengan Tim dari Puslabfor Bareskrim Polri bertempat di Kp. Citaman Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Limbah-limbah ini nantinya akan diuji laboratorium oleh Tim Puslabfor Bareskrim Polri. Dalam keterangannya Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradonna Armin Mapasseng S.I.K menjelaskan bahwa limbah ini awalnya dibawa dari Palembang yang mengangkut adalah 5 truk Fuso menggunakan Kapal Tongkang kemudian menyebrang melalui Pelabuhan Bakauhuni dan tiba di Pelabuhan Merak selanjutnya rencananya akan dibawa ke Cikarang namun ternyata tidak jadi karena alasannya gudang yang terletak di Cikarang penuh, pemilik melakukan proses daur ulang di Karawang dan kita temukan ada 5 truk masing-masing muatannya sekitar 17 ton dan total keseluruhannya ada 78 ton.

“Saat ini kita masih mengumpulkan barang bukti dan pengujian terhadap barang yang nantinya akan menjadi sampel, kita temukan beberapa barang contohnya ada bongkahan caustic soda ini sangat berbahaya karena sangat panas dan tadi sudah di uji bongkahan caustic soda ini pH 14,” jelas Kasat Reskrim.

Tim Puslabfor berhasil mengumpulkan sejumlah Poly Aluminium Cloride atau Caustic Soda, sejumlah air hujan yang terkontaminasi, dan beberapa genggam tanah di area pembuangan. Selain uji kimia, petugas juga mengukur PH benda – banda itu menggunakan kertas lakmus.

Ia menambahkan tumpukan karung tersebut diduga bekas digunakan untuk bahan kimia caustic soda dan Poly Aluminium Chlolid (PAC). Sehingga dikategorikan dengan dugaan limbah B3.

“Dugaan sementara karung ini akan dicuci nantinya di Sungai Cibeet. Dan kemudian dijual kembali. Padahal karung kimia ini harus dimusnahkan. Tidak boleh diolah kembali,” ujar Kasat Reskrim AKP Maradonna.

Sejauh ini, Kepolisian belum menetapkan tersangka sejak 78 ton karung diduga B3 tersebut ditemukan. “Kami baru memeriksa belasan saksi. Diantaranya adalah sopir dan kernet lalu ada juga yang bersangkutan dalam limbah ini yakni NN, SN, D” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *