google-site-verification: googleb33d40e39d01e567.html

Polres Karawang Ungkap Kasus Pembunuhan Bayi Oleh Ibu Kandung

POLRES KARAWANG – Polres Karawang berhasil mengungkap kasus pebunuhan bayi yang dilakukan oleh ET Als NY yang juga merupakan ibu kandung korban, peristiwa terjadi pada Rabu (22/10/2019) didusun Simpar RT 001/003, Desa Kurtaraharja Kecamatan Banyusari Kab. Karawang.

“Ditemukan mayat bayi di tempat sampah yang ditutupi dengan jerami oleh warga masyarakat dan mayat bayi dalam kondisi dibungkus dengan kantong plastik warna hitam dan dililit dengan kain, kemudian ketika dibuka kondisinya pada pipi digerumuti semut.” Ujar Kasat Reskrim AKP Bimantoro Kurniawan S.I.K Saat melaksanakan Konferensi Pers di depan Halaman Gedung Sat Reskrim Polres Karawang. Jum’at 12 Desember 2019.

Kejadian tersebut dapat diungkap oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Karawang bekerjasama dengan Polsek Jatisari, Setelah peristiwa penemuan mayat bayi tersebut Tim Reskrim segera melakukan penyelidikan dan akhirnya didapat dugaan bahwa ada seorang wanita yang hamil dari hasil hubungan gelap.

Tersangka ET yang memiliki status janda telah hamil dari hasil hubungan gelap dengan seorang laki-laki. Diduga karena malu kehamilannya diketahui oleh warga kemudian  NY melakukan proses persalinan tanpa bantuan tenaga medis, selanjutnya membuang bayi yang dilahirkannya ke tempat sampah yang berada di belakang tempat tinggalnya.

Menurut pengakuan Pelaku melemparkan bayi yang dilahirkannya dan kemudian membuangnya di dekat pohon pisang yang berada di belakang rumahnya karena takut kelahiran tersebut diketahui oleh orang lain bahwa statusnya janda namun melahirkan.

Dalam konferensi pers tersebut diperlihatkan barang bukti berupa 1 (satu) potong kain sarung berwarna merah, 1 (satu) kain sarung berwarna merah dan coklat, 1 (satu) selimut berwarna pink, 1 (satu) potong kain sprei putih dan biru dan 1 (satu) buah bungkus  jamu merk “sabdo lancar haid”, 1 (satu) buah bungkus jammu merk bersalin, 1 (satu) buah kantong plastik berwarna hitam.

Atas perbuatannya pelaku melanggar pasal 80 ayat (3) UU RI No.35 tahun 2014 perubahan Atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,dan diancam pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *