Sambangi Bengkel Motor, Sosialisasikan Larangan Knalpot Bising

Sambangi Bengkel Motor, Sosialisasikan Larangan Knalpot Bising

Screenshot_2023-03-18_084158

Dok.Foto/Humas Polres Karawang

POLRES KARAWANG – Sat Lantas Polres Karawang gencar lakukan sosialisasi knalpot bising kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna sepeda motor.

Hal tersebut sebagai upaya untuk menjaga ketertiban baik dijalan raya maupun dijalan-jalan lingkungan yang berpenduduk padat.

Personel kepolisian akan terus menyambangi komunitas-komunitas dan klub motor para remaja untuk melakukan himbauan secara rutin.

Kasat Lantas Polres Karawang AKP LD Habibi Ade Jama menyampaikan, personel kepolisian secara rutin melakukan sosialisasi pelarangan mrnggunakan knalpot bising atau brong.

“Dengan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot bising yang bisa menggangu kenyamanan orang lain,” kata Habibi, Jumat 17 Maret 2023.

Lebih lanjut, Habibi menjelaskan, seusai arahan dari Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono, kami melakukan penagakan hukum di wilayah Karawang dengan pendekatan yang humanis.

Kasat Lantas mengungkapkan, banyaknya pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Karawang didominasi oleh pengendara roda dua dari kalangan remaja yang tidak memiliki SIM, TNKB, knalpot bising dan juga tidak memakai helm ketika berkendara.

Melakukan pendekatan humanis sangat penting untuk dilakukan dengan harapan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Karawang.

“Berikan pengetahuan lalu lintas secara preemtif, utuh dan menyeluruh. Ingatkan masyarakat tentang sebab akibat dari pelanggaran yang dilakukannya,” ujar Habibi.

Diketahui bahwa, untuk penggunaan knalpot yang tidak memenuhi persyaratan teknik dan laik jalan, hal tersebut dinyatakan melanggar pasal 285 ayat 1 UU LLAJ.

Dengan ancaman pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu).

Bagi para pengguna knalpot bising, untuk segera mengganti dengan knalpot kendaraan yang sesuai atau standar.

Jika pengendara masih tetap menggunakan knalpot bising, maka pihaknya akan menindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap, masyarakat khususnya para remaja tidak lagi menggunakan knalpot bising demi kenyamanan masyarakat,” tutur Habibi.