POLRES KARAWANG

Menjaga Silaturahmi Antara Polri-Toga

Polres Karawang – Kepolisian Sektor Majalaya Resor Karawang dibawah Pimpinan Iptu Suhendar Enday bersama beberapa Anggota Polsek Majalaya melaksanakan silaturahmi dengan Wakil Ketua MUI Kec. Majalaya Ustad H.Ujang Hasbullah dan Tokoh Agama Ustad H Zaenudin yang bertempat di Mesjid Jami Nurul Jannah dusun 4 RT/RW 23/04 desa Ciranggon kec. Majalaya Kab. Karawang. Rabu (14/06/2017)

Dalam hal tersebut Kapolsek Majalaya Iptu Suhendar Enday Melakukan dialogis dengan Wakil Ketua MUI Kec. Majalaya Ustad H.Ujang Hasbullah dan Tokoh Agama Ustad H Zaenudin di Mesjid Jami Nurul Jannah merupakan kesempatan dalam rangka bertukar informasi dalam rangka memelihara dan menjaga kamtibmas selama bula Ramadhan, terutama memasuki hari Raya Idhul Fitri Yang segera tiba dibutuhkan koordinasi aparat dalam menjaga keamanan dilingkungan Karawang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk tercapai nya iklim suasana yang kondusif dan merubah cara pandang tokoh agama tentang isu yang selalu merebak mengenai inteloransi, terorisme dan paham radikalisme dan merupakan agenda kegiatan kunjungan Kapolsek Majalaya.

Dalam silaturahminya kali ini Kapolsek Majalaya Iptu Suhendar Enday tidak lupa menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada pemilik dan pengurus masjid tentang Deredikalisasi yang artinya adalah segala upaya untuk menetralisir paham-paham radikal melalui pendekatan interdisipliner, seperti hukum, psikologi, agama, dan sosial-budaya bagi mereka yang dipengaruhi atau terekspose paham radikal dan/atau prokekerasan. Deradikalisasi terorisme diwujudkan dengan program reorientasi motivasi, re-edukasi, resosialisasi, serta mengupayakan kesejahteraan sosial dan kesetaraan dengan masyarakat lain bagi mereka yang pernah terlibat terorisme maupun bagi simpatisan, sehingga timbul rasa nasionalisme dan mau berpartisipasi dengan baik sebagai Warga Negara Indonesia.

 

Makna silaturahmi in merupakan menyambungkan kasih-sayang atau kekerabatan yang menghendaki suatu kebaikan. Secara istilah makna silaturahmi, antara lain dapat dipahami yaitu menyambungkan kebaikan dan menolak sesuatu yang merugikan. Ada keterangan yang menjelasan bahwa seseorang yang memutuskan hubungan silaturahmi tidak akan masuk surga seorang muslim. Oleh karena itu, sebagai muslim kita harus senantiasa memelihara selaturahmi demi keselamatan dunia akhirat.

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

POLRES KARAWANG 2021